6 Sikap yang Harus Dipahami Penerjemah Pemula

 

 

Banyak yang bilang andai bekerja di perusahaan yang di bina dari investasi negara lain tersebut menyenangkan. Baik soal gengsinya, gaji, kemudahan perusahaan, dan lain-lain. Saya akui itu.

Meskipun dapat dibilang gaji saya pun belum membludak ruah dan pun masih tidak jarang harus menggali pekerjaan freelance demi mengisi hasrat saya untuk kitab dan traveling, saya toh senang menjalaninya. Bekerja di mana saja asal metodenya halal jelas menjadikan kita mendapat rezeki yang berkah.

 

 

 

Saya paling suka mencatat dan bahasa asing. Makanya saya begitu gembira saat akhirnya diterima bekerja di suatu perusahaan Jepang. Bahasa yang saya pelajari, Inggris dan Jepang, terpakai seluruh dan saya dapat belajar ilmu baru. Namun, rupanya jago bahasanya saja tidak cukup.

Menjadi seorang interpreter dan translator juga perlu kemampuan lain, yaitu dapat beradaptasi. Berikut ini saya jabarkan attitude apa saja yang mesti dilaksanakan seorang interpreter pemula supaya tidak kagok saat baru bekerja dengan orang asing.

Benar-Benar Pahami Cara Berpikir Orang Asing dan Soal Negara Kita

Oang asing tersebut punya kebiasaan dan kelaziman yang jauh berbeda. Pahami tersebut dan juga tidak boleh lupa perdalam lagi wawasan soal kelaziman serta kebiasaan bangsa anda sendiri.

Sering saat saya bertugas menjadi interpreter, klien dari Jepang dapat bertanya mengenai apa tersebut wayang, bagaimana musik dangdut di Indonesia, sampai soal sepele mengapa ada wanita muslim yang menggunakan jilbab dan terdapat yang tidak. Hal-hal baru yang mereka dapati di Indonesia tentu akan ditanyakan untuk interpreter.

Tidak butuh paham sampai terlampau dalam, sangat tidak anda tidak terbata-bata atau sekadar mengusung bahu. Interpreter juga dapat dibilang sebagai utusan bangsa dalam skala kecil.

Leave a Comment